Fri. Aug 7th, 2020

Inovasi ASATI Untuk Industri Pariwisata Indonesia ditengah PSBB Pandemi COVID-19

MEDIANUSANTARA-NEWS.COM

JAKARTA | Pembatasan Sosial Bersekala Besar ( PSBB -red ), bukan berarti hanya menunggu dan diam, para pemilik Biro Perjalanan Wisata (BPW) Nasional yang tergabung pada ASATI tetap melakukan pertemuan dengan memanfaatkan perangkat digital dalam memcari solusi agar tetap eksis dan produktif dalam situasi PSBB.

Self Operator Home Office (SOHO) sudah biasa dilakukan anggota ASATI dengan basic busness online, situasi dan kondisi sekarang ini dimaksimalkan sebaik-baiknya oleh para pemilik BPW yang terkenal dengan aktifitasnya focus pada inbound tour dan domestic tour.

Mereka mahfum dalam membuat meng-expose dan mempromosikan serta menjual paket-paket wisata dalam negeri untuk menggarap Wisatawan Nusantara (Wisnus) maupun Wisatawan Mancanegera (Wisman).

Para anggota ASATI sangat merasakan dampak COVID-19 belakangan ini. Semua jadwal kunjungan wisatawan yang menjadi order, BATAL. “Sejak Februari 2020, semua agent BPW anggota ASATI menutup kantor dan merumahkan karyawan.” Ungkap M. Syukri Machmud selaku Chairman ASATI kepada media, selasa 07/04/2020.

Dalam Tele-conference (meeting online) yang dihadiri hampir semua ketua DPD ASATI dari seluruh Indonesia beberapa hari lalu, Ketua Umum ASATI, menghibau kepada seluruh anggota untuk memanfaatkan situasi diam ini dengan memproduksi kembali (re-produksi, kemas ulang) product unggulan dan terbaik dari daerah masing-masing sesuai dengan program one package one village disetiap kabupaten/kota.

Alternative bisnis yang berhubungan dengan pariwisata menjadi aktifitas produktif anggota ASATI, demi kelangsungan perusahaan karena karyawan yang dirumahkanpun masih tetap harus dibayar walaupun tidak penuh, belum lagi bagi anggota yang punya beban cicilan.

Dalam pada itu, DPP ASATI telah melakukan kerjasama dengan KADIN Pusat yang membina jutaan UMKM diseluruh Indonesia serta PIN (Pasar Induk Nusantara) yang memiliki jaringan pemasok buah, sayur, rempah dan perikanan seluruh Indonesia untuk pengembangan Wisata Agro yang diawali dengan produk paska panen dari pertanian, perkebunan dan para nelayan sebagai mediator dan distributor.

Adapun dalam kesempatan conference tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan bersama yang diantaranya; Me-reproduksi dan membuat paket produk unggulan dari daerah masing-masing.

Terkait kebijakan perjalanan dalam negeri agar kiranya dapat digaungkan kembali oleh pemerintah agar travel company bisa survive termasuk bergairahnya UMKM yang ada didaerah destinasi. Begitu situasi kembali normal.

Kiranya agar pemerintah daerah segera membuka kembali destinasi didaerah masing-masing, segera setelah suasana normal.

Meminta agar pemerintah pusat untuk dapat memberikan perhatian khusus, dan juga mengalokasikan dana lebih serius untuk promosi baik secara online, bekerjasama dengan semua digital market place, platform, applikasi, website bahkan blogger dan influencer anak bangsa.

Bila situasi sudah membaik, kiranya secara offline dapat mengaktifkan keberadaan Kedubes di setiap negara dengan mengadakan Exhibition, sales promotion serta mengundang tour operator potensian berikut media dinegara masing-masing untuk diundang ke Indonesia dalam bentuk kegiatan Familinization trip.

“Serta memberikan insentif khusus kepada pelaku pariwisata domestic, dan harga khusus maskapai serta hotel.” Tutup Chairman ASATI. Red/yfi